Di Balik Sukses Sanggar Tangkasi Kota Bitung Sabet Dua Gelar di Pentas FTRN 2010

Antara Murka Sang Presiden dan Menahan Rasa Lapar

Tak ada yang menyangks mereka meraih sukses di pentas nasional. Pun tak banyak orang tau ( apalagi peduli ) bagaimana sulitnya mereka mempersiapkan diri sebelum bertolak ke arena Festival Tetar Remaja Nasional ( FTRN ), 1-4 November 2010. Bagaimana sesungguhnya Sanggar Tangkasi berkutat mengikuti iven nasional pertama itu ?

Teras kantor biro sebuah Koran daerah, di kelurahan madidir Kota Bitung tiba – tiba menjadi hening.

Sekelompok anak muda yang  sebelumnya berdiskusi diselingi canda segar, tiba – tiba tertunduk lesu, bahkan ada yang langsung duduk menggelontor di lantai agak pojokan. Kantor biro ini memang selama ini menjadi “ markas “ Sanggar Tangkasi bila mengahadapi sebuah iven.

“ Bagemana ngoni ni dia ?? kita so bilang, samua so beres sebelum tanggal 25 oktober, torang bukan Cuma mo pigi pentas di Taman Budaya atau di Balai Bahasa Manado, pokoknya kita nimau tau ini malam, poster deng samua property yang torang mo bawa di Jakarta so musti klar ! “ wanti lelaki bertubuh kecil dan bertopi bareta, yang tak lain adalah Axsel Galatang, Presiden Sanggar Tangkasi malam itu. Tanpa menunggu “ murka ‘’ dari sang presiden berlanjut, semua langsung bergerak untuk mempersiapkan semua perlengkapan yang dibutuhkan untuk iven nasional itu.

Persiapan Sanggar Tangkasi menuju FTRN memang terbilang super kilat. Mereka baru menerima surat dari panitia ( Kementrian Pariwisata dan Kebudayaan RI) Lewat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pripinsi SulUt yang dikirim melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bitung.

Dalam waktu yang mepet itulah, Sanggar Teater yang paling eksis di SulUt ini pontang – panting terutama proses latihan para pemain yang terdiri dari 9 Siswa SMA dan 1 Mahasiswa sebuah Fakultas ternama di Kota Manado yang masing – masing adalah Yessy Natalia Lumandung yang adalah siswa SMA Negeri 2 Bitung bersama 6 rekan lainnya yang berasal dari sekolah yang sama, juga terdapat 2 peserta lainnya yeng berasal dari sekolah yang masing – masing berbeda. Dalam hal ini, para pemain yang terpilih adalah anggota Sanggar binaan yang berada dalam jangkauan Sanggar Tangkasi lewat sekolah – sekolah, baik Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Akhir atau Sekolah Menengah Kejuruan yang ada di Kota Bitung.

Para peserta yang di utus itu juga melewati proses Casting yang cukup ketat dan dipilih sesuai dengan kemampuan masing-masing yang bias dibilang lebih. Dan direkrut dari setiap Sanggar binaan Tangkasi yang ada di Kota Bitung dan terpilihlah 10 peserta sebagai pemain dalam naskah yang akan dibawakan yaitu “ KOTAK “ .

Setelah melalui proses casting dfan latihan yang cukup melelahkan dan singkat, Sanggar Tangkasi akhirnya berangkat ke Jakarta pada tanggal 02 November 2010 namun sebelum itu dilepaskan di sekolah masing – masing peserta dan tidak lupa juga dilepaskan oleh Walikota Bitung yang diwakili oleh Sekretaris Kota Bpk. Edison Humiang dan Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bitung.

Setelah melakukan browsing dan latihan singkat, tiba saat yang ditunggu sejak menerima surat untuk FTRN, Sanggar Tangkasi yang membawakan naskah “ KOTAK “ Karya, Leonardo Axsel Galatang turun di panggung tapal kuda di Langen Sasono Budoyo untuk bersaing dengan peserta dari propinsi lain.

Dengan semangat yang begitu berkobar – kobar, SANGGAR Tangkasi yang pemainnya terdiri dari 10 peserta, SIAP mengharumkan nama baik SulUt terlebih kota yang dicintai Kota Bitung. Kadis Periwisata dan Kebudayaan Kota Bitung yang juga turut mendampingi Sanggar Tangkasi di FTRN yang dilaksanakan di TMII, Jakarta merasakan sesuatu yang tak biasa ‘ nervest ‘ ( wow!! ) karena melihat persaingan yang sangat ketat yang di dalamnya tergabung Sanggar Tangkasi. Tapi Nyong SulUt Nick Adicipta Lomban, Wakil 1 Noni SulUt Stefani Lule, dan Noni Persahabatan Regina Lengkong yang juga turut hadir di FTRN untuk mendukung sepenuhnya Sanggar Tangkasi memberikan semangat positif kepada pemain agar bias menampilkan sesuatu yang nantinya akan mengharumkan nama baik SulUt juga Kota Bitung, sehingga membuat pemain tidak merasa canggung dan bias menampilkan yang terbaik.

Di FTRN yang dilaksanakan di TMII, Jakarta yang dihadiri perwakilan dari 33 Propinsi para peserta dari SulUt mendapatkan banyak pelajaran baru dan juga teman baru dari berbagai propinsi yang membuat ikatan pemain teater di Indonesia menjadi erat.

Pada saat pengumuman pada hari terakhir, Sanggar Tangkasi yang baru pertama kalinya mengikuti iven nasional ini menyambet 2 thropy sebagai Poster Terbaik II dan Penulisan Naskah terbaik III, dinilai secara keseluruhan Sanggar Tangkasi meraih peringkat ke – 5 dari 26 Propinsi yang ikut serta, ( WOWW !! ) mengejutkan !! Luar Biasa !! , awal yang baik bagi Sanggar Tangkasi dalam iven nasional ini..

Demikinlah akhirnya Sanggar Tangkasi yang sepenuhnya dibiayai oleh Kota Bitung ini membawa pulang 2 gelar dan disambut meriah oleh Pemerintah Kota Bitung..

🙂, Yessy N Lumandung

2 Balasan ke Di Balik Sukses Sanggar Tangkasi Kota Bitung Sabet Dua Gelar di Pentas FTRN 2010

  1. mutiara mengatakan:

    wahhhh LUAR BIASA yahhhh🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: